Riset Inventarisasi Model Pengelolaan Fasilitas Mitigasi Bencana & Evakuasi Berbasis Komunitas

Research

 Latar Belakang

Pada tahun 2010, LPPSLH mendapatkan amanah untuk menjalankan riset Inventarisasi Model Pengelolaan Fasilitas Mitigasi Bencana & Evakuasi Berbasis Komunitas yang merupakan bagian dari Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Berbasis Komunitas (REKOMPAK) di Tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Berbasis Komunitas (REKOMPAK) adalah sebuah program mitigasi bencana yang bertumpu pada pendekatan community based development. Pendekatan ini dipilih didasarkan pada keyakinan bahwa komunitas memiliki sumberdaya, prakarsa dan swadaya untuk mengelola (mengurangi) resiko bencana secara berkelanjutan. Dalam implementasinya, pendekatan ini mendorong proses belajar dan kerjasama antar masyarakat dan berbagai pihak dalam mengatasi kebutuhan yang muncul akibat bencana, baik mendesak (darurat) maupun jangka panjang (pemulihan dan penguatan kapasitas) dalam rangka mengurangi kerentanan terhadap bencana.

Jalan Beton di Kerten_Gantiwarno_Klaten

Salah satu sarana prasarana berupa jalan beton yang didukung oleh Rekompak di Kab. Klaten pada tahun 2010 lalu.

Melalui pendekatan ini, pelaksanaan berbagai kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi memunculkan variasi dalam hal pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya masyarakat, kreatifitas dalam prakarsa awal maupun pelaksanaannya, serta tingkat keswadayaan.  Hal ini bukan saja hanya dalam konteks kapasitas yang dicurahkan dalam proses pemulihan akibat bencana melainkan juga alokasi kapasitas untuk mengurangi kerentanan dimasa depan. Pada satu sisi, kenyataan ini mengindikasikan keberagaman kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki masyarakat. Pada sisi lain menyadarkan pada berbagai pihak tentang beragamnya proses pembelajaran yang terjadi dalam masyarakat.

 

Berbagai pengalaman dan praktek masyarakat ini akan berkembang seiring dengan perubahan kondisi yang semakin membaik pasca bencana.  Sudut pandang pemulihan yang sangat kuat selama ini idealnya akan mulai berubah menjadi sudut pandang pengurangan kerentanan / pengurangan risiko.  Pada konteks infrastruktur dan fasilitas fisik akan terjadi perubahan sudut pandang masyarakat.  Sudut pandang pemulihan infrastruktur (rehabilitasi / rekonstruksi) idealnya akan berubah menjadi pengelolaan (pemanfaatan / pemeliharaan) pada jangka yang lebih panjang. Realitas dinamika paradigma yang berkembang seiring waktu ini akan melahirkan beragam pola dalam interaksi antara masyarakat dengan berbagai fasilitas infrastruktur mitigasi bencana dan evakuasi yang ada.

 

Itulah sebabnya pendokumentasian dinamika praktek masyarakat dalam mengelola fasilitas mitigasi bencana dan evakuasi berbasis komunitas dengan demikian akan merupakan ;

1)        Bagian dari proses refleksi sekaligus bagian integral dalam penghargaan terhadap proses pembelajaran yang terjadi dalam masyarakat,

2)        Penghormatan atas prakarsa dan keswadayaan masyarakat, dan

3)        Semangat untuk mendorong keberlanjutan proses penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana berbasis komunitas.

Laporan Akhir Riset Inventarisasi Model Pengelolaan Fasilitas Mitigasi Bencana & Evakuasi Berbasis Komunitas

Metodologi

Kajian ini pada dasarnya adalah sebuah kajian komparatif.  Berbagai aspek praktek dan pengalaman komunitas pada realitas aktual akan dibandingkan dengan realitas ideal. Kajian ini menggunakan dua paradigma utama, yaitu 1) pendekatan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, dan 2) pendekatan Pengelolaan Aset Strategis (Strategic Assest Management).  Berdasarkan data dasar situasi kebencanaan dan proyeksi kerawanan yang ada, akan dinilai bagaimana komunitas pada saat ini mengelola berbagai aset mitigasi dan evakuasi bencana yang ada.  Aspek utama yang dikaji adalah kapasitas komunitas dalam melakukan pengelolaan infrastruktur dan fasilitas fisik mitigasi dan evakuasi bencana.  Kapasitas ini kemudian dihadapkan pada tantangan kebutuhan ideal dalam mereduksi ancaman dan membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>